Naskah Drama Si Lancang ( Malin Kundang ) - Assalamu 'Alaikum wr.wb. Selamat pagi
para sohib guru dan adik-adik pelajar semua. Drama merupakan karya sastra yang
menyenangkan dan menarik karena sarat akan nilai moral di dalamnya. Drama juga
merupakan refleksi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita.
Berikut ini saya akan share naskah drama 7 orang (naskah drama untuk
tujuh tokoh / pemain) yang bersumber dari dongeng ‘Si Lancang’. Dongeng Si
Lancang yang berasal dari Riau ini mirip sekali dengan kisah Malin Kundang. Jadi, naskah drama Si lancang ini bisa kita gunakan untuk drama Malin Kundang juga. Silahkan
menyimak ya!
Judul Drama: Si Lancang ( Malin Kundang )Para Pemain:
1. Narator : Tamzila
2. Si Lancang : Fajar
3. Mak/ Ibu Lancang : Widianita
4. Istri Si Lancang : Dila
6. Saudagar : Anggun
7. Perampok : Hamid
SI
LANCANG
Alkisah
pada zaman dahulu hiduplah seorang wanita miskin dengan anak laki2nya yang
bernama si lancang. Mereka sangat miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk reot
di negeri Kampar. Ayah Lancang sudah lama meninggal dunia. Suatu hari Lancang
menemui ibunya.
Lancang:
Mak, lancang sudah bosan hidup miskin
seperti ini..,apalagi hutang-hutang kita semakin menumpuk, Lancang ingin pergi
merantau saja mak.
Mak:
Tidak nak,,,, siapa yang akan menjagamu di sana nanti? Emak khawatir Lancang.
Lancang;
Tapi mak, kalau lancang tidak pergi..hidup kita pasti tidak akan
berubah,apalagi disini Lancang tidak punya pekerjaan..
Mak:
Baiklah nak, ... tapi ingat satu hal ya...Jangan pernah lupakan makmu ini ya..
Lancang:
Iya mak..lancang mohon doanya.
Di perantauan, Lancang bertemu
dengan seorang saudar. Ia menolong saudgar itu ketika akan dirampok.
Perampok:
Berhenti!! Serahkan hartamu!!
Saudagar:
Ada apa ini?? Ada Apa? Apa maumu?
Perampok:
Aku ingin hartamu!
Saudagar:
Tolong-tolong..
Perampok:
Diamlah,jangan berisik..
Lancang:
Hei! Hentikan!
Saudagar:
Terimakasih anak muda,,siapa namamu??
Lancang:
Nama saya lancang...
Saudagar:
Untung ada kamu.. baik budimu, tidak akan aku lupakan,,
Sejak
peristiwa itu, hubungan saudagar dengan lancang makin akrab hingga akhirnya ia
menjodohkan putrinya dengan si Lancang. Lambat laun, si Lancang pun menjadi
pedagang yang sukses hingga hartanya makin melimpah, tapi ia menjadi kian
angkuh.
Lancang:
Istriku..kemarilah..
Istri:
iya kanda, ada apa?
Lancang:
Harta benda kita makin lama makin bertambah. Simpanlah dengan baik, jangan
pernah memberikannya pada orang lain.
Istri:
Iya kanda,..semua emas dan berlian ini tidak akan berkurang sedikit pun..
Suatu
hari saudagar itu ingin berlayar ke negeri Kampar, ia mengajak si lancang dan
istrinya. Mereka menggunakan kapal yang sangat megah dan mewah. Berita kedatangan
si Lancang didengar oleh emaknya. Dengan persaan haru, ia bergegas menyambut kedatangan
si Lancang.
Mak: Itu seperti Lancang...anakku. Iya itu
memang Lancang. Lan..caaaang...ini emak nak.
Lancang: Hei..perempuan jelek, jangan membual
kamu.
Saudagar: Apa benar yang dikatakannya Lancang?
Istri: Iya kanda..siapa perempuan tua ini?
Mak: Lancang, anakku. Emak sangat merindukanmu,
nak.
Lancang: Mana mungkin aku mempunyai emak tua dan
miskin sepertimu. Jangan mimpi..pergi kamu!
Mak: Tega sekali kamu nak..kamu telah melupakan
emakmu sendiri.
Lancang: Ah..sudahlah. Mari Ayah, dinda, kita
tinggalkan saja perempuan bodoh ini.
Mak: Oh Tuhan..kiranya habis kesabaranku ini.
Hukumlah anak durhaka itu.
Dalam
sekejap, turunlah hujan lebat dan badai topan. Badai tersebut menghancurkan
kapal milik si Lancang.
Saudagar: Hah..ada apa ini! Kenapa ombaknya
makin tinggi.
Istri: Arghh..kanda tolong-tolong.
Lancang: Emak..ampuni Lancang, mak. Lancang
menyesal.
***
Demikian
contoh naskah drama terbaru ‘ Si Lancang’ atau Malin Kundang yang saya buat untuk para siswa dalam
rangka mengikuti lomba drama. Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa ikuti terus perkembangan karya
sastra pada blog kami ya dan jadi pengikut setia kami. Thanks 4 atensinya..
Wassalamu Alaikum wr.wb






