About Me

My photo
Assalamu 'alaikum... Kreator blog ini merupakan guru SMP Negeri 60 Surabaya yang memiliki hobi menulis karya sastra dan berbagi ilmu pada sesama rekan pendidik. "Ilmu adalah yang memberikan manfaat, bukan yang sekadar hanya dihafal". – Imam Syafi’i...jadi ikhwan N akhwat...klo punya ilmu jangan disimpan sendiri ya...jadikan ilmu kita manfaat dengan berbagi kepada yang lain..yuk dishare:-)
Powered by Blogger.
RSS

Naskah Drama Si Lancang ( Malin Kundang )


Naskah Drama Si Lancang ( Malin Kundang ) - Assalamu 'Alaikum wr.wb. Selamat pagi para sohib guru dan adik-adik pelajar semua. Drama merupakan karya sastra yang menyenangkan dan menarik karena sarat akan nilai moral di dalamnya. Drama juga merupakan refleksi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Berikut ini saya akan share naskah drama 7 orang (naskah drama untuk tujuh tokoh / pemain) yang bersumber dari dongeng ‘Si Lancang’. Dongeng Si Lancang yang berasal dari Riau ini mirip sekali dengan kisah Malin Kundang. Jadi, naskah drama Si lancang ini bisa kita gunakan untuk drama Malin Kundang juga. Silahkan menyimak ya!
Judul Drama: Si Lancang ( Malin Kundang )
Para Pemain:
1. Narator  :  Tamzila
2. Si Lancang       :  Fajar
3. Mak/ Ibu Lancang        :  Widianita
4. Istri Si Lancang : Dila
6. Saudagar : Anggun
7. Perampok : Hamid

SI LANCANG
Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang wanita miskin dengan anak laki2nya yang bernama si lancang. Mereka sangat miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk reot di negeri Kampar. Ayah Lancang sudah lama meninggal dunia. Suatu hari Lancang menemui ibunya.
Lancang: Mak, lancang sudah bosan  hidup miskin seperti ini..,apalagi hutang-hutang kita semakin menumpuk, Lancang ingin pergi merantau saja mak.
Mak: Tidak nak,,,, siapa yang akan menjagamu di sana nanti? Emak khawatir Lancang.
Lancang; Tapi mak, kalau lancang tidak pergi..hidup kita pasti tidak akan berubah,apalagi disini Lancang tidak punya pekerjaan..
Mak: Baiklah nak, ... tapi ingat satu hal ya...Jangan pernah lupakan makmu ini ya..
Lancang: Iya mak..lancang mohon doanya.
Di perantauan, Lancang bertemu dengan seorang saudar. Ia menolong saudgar itu ketika akan dirampok.
Perampok: Berhenti!! Serahkan hartamu!!
Saudagar: Ada  apa ini?? Ada Apa? Apa maumu?
Perampok: Aku ingin hartamu!
Saudagar: Tolong-tolong..
Perampok: Diamlah,jangan berisik..
Lancang: Hei! Hentikan!
Saudagar: Terimakasih anak muda,,siapa namamu??
Lancang: Nama saya lancang...
Saudagar: Untung ada kamu.. baik budimu, tidak akan aku lupakan,,
Sejak peristiwa itu, hubungan saudagar dengan lancang makin akrab hingga akhirnya ia menjodohkan putrinya dengan si Lancang. Lambat laun, si Lancang pun menjadi pedagang yang sukses hingga hartanya makin melimpah, tapi ia menjadi kian angkuh.
Lancang: Istriku..kemarilah..
Istri: iya kanda, ada apa?
Lancang: Harta benda kita makin lama makin bertambah. Simpanlah dengan baik, jangan pernah memberikannya pada orang lain.
Istri: Iya kanda,..semua emas dan berlian ini tidak akan berkurang sedikit pun..
Suatu hari saudagar itu ingin berlayar ke negeri Kampar, ia mengajak si lancang dan istrinya. Mereka menggunakan kapal yang sangat megah dan mewah. Berita kedatangan si Lancang didengar oleh emaknya. Dengan persaan haru, ia bergegas menyambut kedatangan si Lancang.
Mak: Itu seperti Lancang...anakku. Iya itu memang Lancang. Lan..caaaang...ini emak nak.
Lancang: Hei..perempuan jelek, jangan membual kamu.
Saudagar: Apa benar yang dikatakannya Lancang?
Istri: Iya kanda..siapa perempuan tua ini?
Mak: Lancang, anakku. Emak sangat merindukanmu, nak.
Lancang: Mana mungkin aku mempunyai emak tua dan miskin sepertimu. Jangan mimpi..pergi kamu!
Mak: Tega sekali kamu nak..kamu telah melupakan emakmu sendiri.
Lancang: Ah..sudahlah. Mari Ayah, dinda, kita tinggalkan saja perempuan bodoh ini.
Mak: Oh Tuhan..kiranya habis kesabaranku ini. Hukumlah anak durhaka itu.
Dalam sekejap, turunlah hujan lebat dan badai topan. Badai tersebut menghancurkan kapal milik si Lancang.
Saudagar: Hah..ada apa ini! Kenapa ombaknya makin tinggi.
Istri: Arghh..kanda tolong-tolong.
Lancang: Emak..ampuni Lancang, mak. Lancang menyesal.
***
Demikian contoh naskah drama terbaru ‘ Si Lancang’ atau Malin Kundang yang saya buat untuk para siswa dalam rangka mengikuti lomba drama. Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa ikuti terus perkembangan karya sastra pada blog kami ya dan jadi pengikut setia kami. Thanks 4 atensinya.. Wassalamu Alaikum wr.wb

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 comments:

Unknown said...

ijin copas ya

Post a Comment